And The Story Goes : On Final

Ditulis oleh Yulius Cornelius

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya, ROAD TO FINAL : EARTHQUAKE RESISTANT DESIGN COMPETITION, tentang perjalanan kami mengikuti lomba disain struktur bangunan tahan gempa yang diadakan Teknik Sipil UK Petra,  yang baru bisa saya susun karena banyaknya kesibukan kuliah dan kegiatan Prodi Teknik Sipil.

1461627934304

Saat menghadapi Final Day, tim Sipil Uwika menaruh perhatian pada beberapa perbedaan peraturan. Perbedaan itu terutama terdapat pada batasan jarak bersih antar balok, jumlah lantai bangunan, luas bangunan serta berat maksimal maket. Jarak bersih antar balok yang semula diharuskan 40 mm, saat final day di rubah menjadi 60 mm. Jumlah lantai pada saat elimination day adalah 12 lantai, pada saat final day diubah menjadi antara 8 lantai sampai 15 lantai. Lalu luas bangunan pada saat elimination day adalah 62500 mm2, pada saat final day luas bangunan adalah antara 22500 mm2 sampai 40000 mm2. Sedangkan berat maksimal dari maket tersebut pada saat elimination day 250 gram pada saat final day bera maket dirubah menjadi 160 gram.

Karena banyak peraturan yang berubah dan jarak antara elimination day dan final day hanya 1 (satu) minggu, maka tim SIPIL UWIKA berpikir keras dan menyusun strategi agar bisa membuat disain yang terbaik. Strategi yang di persiapkan adalah desain yang akan di buat pada saat hari pertama final day. Jadi untuk Final Day ini direncanakan dibuat dalam dua hari dimana hari pertama akan diisi dengan pembuatan maket on the spot  selama 10 jam pada hari sabtu tanggal 30 April 2016 dan dilanjutkan dengan Final Day hari kedua pada keesokan harinya dengan presntasi dan pengujian disain maket yang telah dibuat. Untuk itu selain strategi desain, kami juga harus menyiapkan makalah, gambar-gambar disain yang terdiri dari  gambar denah dan tampak, serta slide presentasi yang harus di kumpulkan pada saat registrasi in hari pertama Final Day.

Sehari sebelum hari H, pada hari Jumat, tanggal 29 April 2016, tim kami melakukan latihan presentasi dihadapan dosen Teknik Sipil Uwika. Tujuannya adalah agar kami dapat mengetahui kelemahan-kelemahan pada materi presentasi kami supaya dapat segera diperbaiki sekaligus melatih semua anggota tim supaya dapat mempresentasikan dengan baik, lancar, serta dapat menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan oleh para dewan juri pada hari kedua Final Day.

Akhirnya hari itu pun tiba, acara Final Day Earthquake Resistant Design Competition ini diadakan di Ciputra World. Dalam lomba kali ini, tim kami merupakan satu-satunya perwakilan anggota FKMTSI yang berhasil lolos ke babak final. Sabtu pagi tanggal 30 April 2016 tim kami melakukan registrasi in. Waktu untuk registrasi dimulai pada pukul 10.00-10.30. Lalu acara dibuka dengan band performance selama 15 menit, dan pada pukul 10.45 final day hari pertama resmi dimulai selama 8 jam bersih, dalam perjalanannya timer dipause beberapa kali untuk memberikan waktu ishoma kepada para peserta. Kok bukan 10 jam? Disini kami baru mengetahui ternyata waktu 10 jam yang direncanakan dibagi menjadi 8 jam di hari pertama dan 2 jam di hari kedua, informasi ini tidak kami dapatkan karena kami tidak mengikuti elimination day hingga akhir dan tidak diinformasikan ulang di awal acara.  Selain itu ada juga sistem pembelian bahan dengan harga yang berubah-ubah untuk mensimulasikan fluktuasi harga pasar di dunia nyata, sebenarnya ini cukup menarik, namun karena tidak ada sosialisasi sebelumnya, hal ini sedikit banyak cukup berpengaruh pada performa kami karena sangat mempengaruhi pengambilan keputusan saat melakukan perakitan maket.

01

Final Day 1 : Registrasi in – pengumpulan makalah

Kami memulai sesuai dengan strategi desain yang sudah kami rencanakan sebelumnya. Namun ketika waktu dan  ketersediaan bahan semakin menipis dengan persepsi waktu perakitan hanya 8 jam di hari pertama, akhirnya kami berunding untuk melakukan improvisasi supaya maket kami tetap bisa selesai dengan beberapa penyesuaian yang kami harap tetap cukup kuat, sesuai dengan kaidah keilmuan sipil. Ketika waktu tinggal 30 menit panitia baru mengumumkan kepada semua peserta bahwa waktu 10 jam yang pernah diberitahukan sebelumnya itu adalah waktu 8 jam di hari pertama dan akan dilanjutkan pada hari kedua selama 2 jam dan makalah yang mau dirubah bisa dikumpulkan pada saat hari kedua. Di satu sisi ini bisa berguna untuk tim yang belum selesai, namun bagi kami yang sudah terlanjur melakukan penyesuaian dan sudah  hampir selesai, ini sudah tidak terlalu banyak berguna. Kami memandang waktu dua jam untuk membongkar maket yang ada dan membangun ulang terlalu beresiko untuk dilakukan. Karena itu kami memutuskan untuk tetap maju dengan segala kekurangan yang ada.

Final Day 1 : Pembuatan maket

Final Day 1 : Pembuatan maket

Maket Final Tim Sipil UWIKA

Maket Final Tim Sipil UWIKA

Keesokan harinya pada hari minggu tanggal 1 mei 2016 yang bertepatan dengan hari Buruh Nasional, para peserta final melakukan serangkaian acara final yang telah disusun oleh panitia. Dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 09.00-09.30 dilanjutkan dengan perbaikan maket serta pengumpulan makalah pukul 09.30-11.30 hingga pukul 11.30-12.30 seluruh peserta melakukan Ishoma (Istirahat, Sholat, Makan) dengan pesan bahwa pada pukul 12.30 semua peserta di wajibkan datang untuk melanjutkan acara selanjutnya yaitu presentasi serta pengujian maket.

Pada saat presentasi, tim kami mendapat kesempatan di urutan ketujuh. Perasaan was-was bercampur aduk kami rasakan ketika menunggu giliran presentasi karena berbagai kemungkinan pertanyaan yang akan kami hadapi. Namun ketika saatnya tiba, tim kami maju mempresentasikan desain kami sebaik mungkin, dan semua pertanyaan dari dewan juri pun kami jawab sesuai dengan yang sudah kami pelajari saat kuliah dikampus.

Sesi Presentasi Tim Sipil UWIKA

Sesi Presentasi Tim Sipil UWIKA

Pemasangan beban oleh peserta dibantu panitia

Pemasangan beban oleh peserta dibantu panitia

06

Proses pengujian maket Tim Sipil UWIKA

Setelah semua tim mendapatkan kesempatan mempresentasikan karyanya,  acara dilanjutkan dengan sesi hiburan oleh beberapa band dari UK Petra sebelum dilanjutkan dengan pengujian pembebanan dan penggetaran terhadap maket peserta final. Banyak maket peserta yang hancur pada saat pengujian, maket kami merupakan salah satunya yang gagal bertahan. Akhirnya kompetisi ini dimenangkan oleh tim FoF dari UK Petra sebagai juara pertama, sedangkan juara 2 dan 3 masing-masing dimenangkan oleh Saatnya Team juga dari UK Petra dan tim Centrum 13 Unnes dari Universitas Negeri Semarang. Walaupun kecewa dan sedih dengan hasil yang kami peroleh, namun kami banyak mendapatkan pelajaran dari kompetisi ini. Dalam evaluasi dan pembubaran tim kami membuat catatan-catatan yang akan digunakan dalam menghadapi lomba sejenis berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *